Perbedaan Front-End dan Back-End pada pemrograman Web

Oh iya, untuk diketahui, khususnya pengunjung baru. Artikel ini adalah bagian dari seriĀ Pelatihan Pengembangan Web.

Front End

Seperti namanya “front” yang artinya depan. Front end adalah halaman dan kode-kode pemrograman yang dikirim, dijalankan dan dilihat oleh pengguna/client. Front end ini dapat meliputi namun tidak terbatas pada Markup HTML, CSS, dan JavaScript. Ciri utama dari pemrograman front end adalah kode yang ditulis oleh developer dijalankan di sisi client/pengguna/browser. Sehingga lancar tidaknya, cepat lambatnya suatu program yang ditulis tergantung pada perangkat pengguna/pengunjung web. Dalam alurnya, ketika kita meminta suatu halaman, server akan mengirimkan kode dalam bentuk mentahan, bukan hasilnya. Kemudian browser yang akan menjalankan kode tersebut dan mengambil hasilnya. Contoh mudahnya dalam kehidupan, front end ini seperti membeli bahan baku untuk masak. Kita pergi ke pasar membeli sayur mentah, kemudian dimasak dan disajikan di rumah. Kelebihan dari pemrograman front end adalah tidak memberatkan server karena program dijalankan di client, dan dapat membuat sebuah website mwnjadi interaktif. Kekurangannya, kompatibilitas browser berbeda-beda terutama browser lama belum tentu mendukung dan mampu menjalankan kode yang kita tulis. Sehingga akan dapat menyebabkan website menjadi cacat tampilan atau kehilangan beberapa fitur pada beberapa perangkat. Kekurangan lainnya adalah bergantung pada sumber daya perangkat client, perangkat yang lambat akan membuat proses eksekusi program menjadi lambat juga. Serta karena kode dikirimkan dalam bentuk mentah, maka semua orang dapat melihat dan menirunya.

Back-End

Pada pemrograman back-end, proses ada di server. Kode program yang kita tulis dijalankan di server dan hasilnya dikirimkan ke Client. Pemrograman back-end sangat beragam, yang paling populer adalah PHP, dan belakangan ini juga Javascript bisa digunakan sebagai bahasa pemrograman back-end melalui Node.JS. Ciri utama dari pemrograman back-end ini tentu saja adalah program dijalankan di sisi server. Contoh mudahnya di kehidupan adalah ibarat membeli makanan yang siap saji seperti mie ayam. Ketika kita memeli, pedagang yang memasakkan untuk kita, dan saat sampai di kita sudah menjadi makanan yang siap dimakan. Keunggulannya, kode sumber aman karena tidak dikirim ke pengguna. Lalu perangkat pengguna juga akan lebih ringan dalam membuka website karena program sudah dijalankan di server. Kelemahannya, tidak bisa membuat tampilan interaktif seperti pemrograman front end, karena pemrograman back end hanya sekali jalan, ketika hasil sudah didapat, langsung dikirim ke pengguna dan proses berhenti. Serta jika program yang dijalankan berat, dan pengunjung banyak, server akan kewalahan dan dapat mengakibatkan server down/ tidak dapat diakses.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah pada pemrograman back-end, kode dijalankan di sisi server. Sedangkan pada front-end, kode dijalankan di sisi client. Lalu mana yang sebaiknya digunakan? Semuanya, kedua pemrograman ini saling melengkapi satu sama lain dan hampir semua situs di dunia saat ini memakai keduanya untuk memudahkan pengguna.]]>

About: totop275


3 thoughts on “Perbedaan Front-End dan Back-End pada pemrograman Web”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *